Tuesday, October 28, 2008

80 tahun sumpah pemuda

sumpah pemuda itu bukan sekedar diucapkan, kerna aktifis muda jaman tahun 28
jadi pemimpin di jaman tahun 45, dan bung karno jadi presiden pertama.

di tahun 2008 kemunduran terjadi di segala bidang, mulai dari ekonomi yg
berantakan sampai konflik antara org yg membela tuhan dan yg berjuang atas nama
kemanusiaan.

seperti biasa konflik yg kayak gituan ada yg jadi dalang, dan ada yg menangguk
ikan di air keruh, suasana diatur supaya tetap rusuh, sehingga orang indonesia
cuma sibuk bicara tanpa banyak kerja nyata. kemiskinan di depan mata, tapi
urusan agama yg jadi primadona. komplit sudah koktil kegagalan bangsa, yg gak
berdaya melawan eksport manusia (TKI), dan ternyata jadi penyumbang devisa kedua
setelah hasil migas. tragis?

itulah wajah kita jaman ini, di abad ke 21 yg penuh ketidakpastian, pasar modal
dunia lagi kena rugi besar, dan efeknya akan menyambar negeri yang menetek pada
kapitalis amerika.

sumpah pemuda 28 cuma jadi bingkai keren dalam lukisan sejarah pergerakan kaum
muda.

tontonan politik saat ini: hingar bingar swara para jurkam bau duit dan
kepentingan kaum berdokat.

Saturday, October 4, 2008

Libur Kecil Kaum Kusam

Nikmat kau hisap asap tembakau
Di bangku rumah kontrakan
Sore selesai kerja sehari
Tunggu istri berdandan
Janji pergi berkencan

Tak kalah dengan orang gedean
Dalam rasakan senang
Walau lembaran gaji sebulan
Hanya cukup untuk kakus
Soal rekreasi sih harus

Setianya anak istri
Menantikan bahagia
Sehari bagaikan sang raja

Selesai anak istri berdandan
Tembakau kau matikan
Jendela pintu lalu kau kunci
Tentu tak sabar mereka pergi
Stop bis kota dengan pasti

Libur kecil kaum kusam
Yang teramat manis begitu romantis
Walau sekali setahun

Tuhan rangkullah
Jangan kau tinggalkan
Waktu mereka

Pergilah derita ini hari

Berilah tawa yang terkeras
Untuk obati tangis lalu
Limpahkan senang paling indah
Agar luka tak nyeri
Agar duka tak menari



(bang Iwan Fals)

Buwat Bapak Se Indonesia

Terimakasih pak udah ke purwokerto
ngeliat kentongan satu-satunya kesenian yang dibanggain, padahal banyak yang laen
liat stasiun kereta api purwokerto yang peronnya 1500 (gile bgt)
liat jalan purwokerto yang bagus, yang jalan pinggiran gak bisa dilewatin mobil ceper pa lagi ferari karena banyak lobang
liat alun-alun yang sekarang berubah jadi alun aja
liat videotron yang fungsinya entah buat apa
liat mesjid baitussalam yang sandal teman saya pernah hilang disitu
nginep di dinasty yang kalo bapak gak nginep disitu kemaksiatan dimulai pukul 22.00 sampai pagi di diskotik situ
liat anak-anak menyambut bapak di jalanan yang mereka sudah siap 2 jam sebelumnya
liat pendopo sipanji yang orang umum ketika ingin memakainya harus mengeluarkan ongkos yang tak terjangkau padahal itu milik rakyat

sekali lagi terima kasih sudah ke purwokerto,
apalagi sewaktu saya sakit, seolah bapak sedang menjenguk saya...
terima kasih sudah ke purwokerto,
kenapa tidak ke banjarnegara, kebumen, purbalingga?
terima kasih sudah ke purwokerto,
setidaknya kami bisa menonton acara bapak live dengan TV lokal kami sendiri BMS TV...
kami berbangga, bapak pernah ke purwokerto
mimpi saya terwujud


terima kasih pak SBY!

salam buwat ibu SBY....
dan cucunya....
juga mantunya...

Demo

mahasiswa demo
tuntut pejabat teras
tuntut KPU
tuntut presiden
tuntut pemerintah bejat

mahasiswa demo
bela rakyat tertindas
bela orang tergusur
bela masyarakat miskin

mahasiswa demo
seolah punya solusi
seolah benar sendiri
seolah mau ganti yang diatas sana


aku bukan menghina,
di cirebon, presiden datang, mahasiswa berdemo
kenapa tidak mahasiswa saja yang jadi presiden?

Siklus 70 Tahun

Sedikit provokatif Djuyoto Suntani (2007) mengingatkan bahwa Indonesia bisa saja "pecah" tahun 2015, kalau tak hati-hati dan mawas diri. Ia mengatakan ada siklus "tujuh abad, 70 tahun" seperti yang dialami Sriwijaya dan Majapahit. Kedua kerajaan besar itu usianya hanya 70 tahun. Majapahit muncul tujuh abad setelah Sriwijaya. Indonesia juga muncul tujuh abad kemudian setelah Majapahit.

Pada 2015 Indonesia akan berusia 70 tahun. Akankah Indonesia bernasib sama seperti Sriwijaya dan Majapahit? Faktor lain yang bisa membuat Indonesia "pecah", kata Djuyoto Suntani, adalah kehilangan figur pemersatu, pertengakaran sesama anak bangsa, pilpres yang bakal kacau, dan adanya konspirasi global yang tak pernah berhenti berusaha menggoyang Indonesia agar pecah berkeping-keping seperti Uni Soviet yang menjadi 15 negara dan Yugoslavia terbagi menjadi enam negara merdeka.

Secara genetik, bangsa ini lahir dari keberagaman dan dalam keberagaman. Kita tidak bisa menghapus kenyataan tersebut. Mengingkari itu artinya kita mengingkari negeri ini. Maukah kita menyadari jati diri itu?

Tan Malaka

Karena itu, wahai kaum revolusioner, siapkanlah barisanmu dengan selekas-lekasnya! Gabungkanlah buruh dan tani yang berjuta-juta, serta penduduk kota dan kaum terpelajar di dalam satu partai massa proletar.

(Aksi Massa - Tan Malaka)

Friday, August 15, 2008

PESAN

Hari ini aku ingat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran
Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi
Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?


Soe Hok Gie
Sinar Harapan
18 Agustus 1973
(Tercecer, dan baru diterbitkan kemudian)